INSTITUT
AGAMA ISLAM
SULTAN THAHA
SAIFUDIN JAMBI
(Pengertian, Ragam , dan Fungsi Bahasa Indonesia)

DI SUSUN OLEH :
KELOMPOK 1
-
Solihul hadi
(150551)
-
Nita Anggraini
(150543) - Dora Zahara (150535)
-
Asni yuliani
(150531) - Nita Anggraini (150543)
TAHUN
AJARAN
2015/2016
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah,dengan menyebut nama
Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ,kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadiratnya , yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah ,dan inayahnya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah bahasa indonesia mengenai pengertian, fungsi, ragam
bahasa dan tujuan bahasa.
Adapun makalah bahasa indonesia
tentang pengertian, fungsi, ragam bahsa, dan tujuan bahasa ini telah kami
usahakan semaksimal mungkin. Tidak lupa pula kami mengucapkan terimakasih
kepada pihak yang telah membantu dalam proses pembuata makalah bahasa indonesia
ini. Kami menyadari sepenuh nya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusun
bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan
terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin mengkritisi saran
dan kritik kepda kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah bahasa indonesia
ini.
Akhirnya penyusun mengharapkan semoga
dari makalah bahasa indonesia ini kita dapat mengambil hikmah dan manfaatnya
sehingga dapat memberikan ispirasi terhadap pembaca.
Jambi, 23 September 2015
Kelompok
1
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR :…………………………………………………………..i
DAFTAR ISI :…………………………………………………………..ii
BAB I
PENDAHULUAN :…………………………………………………………..1
1. Latar belakang :……………………………………………………………1
2. Rumusan Masalah :……………………………………………………………1
BAB II
PEMBAHASAN :……………………………………………………………2
1. Pengertian
Bahasa :……………………………………………………………2,3
2. Fungsi Bahasa :……………………………………………………………3.4
3. Tujuan dari
Bahasa :……………………………………………………………5,6,7
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN:…………………………………………………………..8
DAFTAR PUSTAKA :……………………………………………………………9
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada awalnya sejak diikrarkan Sumpah Pemuda dalam
Kongres Pemuda 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia menjadi bahasa nasional.
Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dimungkinkan oleh kenyataan
bahwa bahasa Melayu yang mendasari bahasa Indonesia telah dipakai sebagai
bahasa lingua franca.Selain itu, bahasa Indonesia sebagai bahasa negara
dituangkan dalam Pasal 36 UUD 1945.
Pengertian, Ragam , dan Fungsi Bahasa adalah pemahaman dasar
dalam memahami bahasa. sehingga
pemahaman kita dalam memahami bahasa Indonesia, bisa lebih mendalam dan dapat
mengaplikasikan dengan baik.
Oleh karena itu, penyusun ingin membuat judul makalah
dengan judul ; “pengertian ,fungsi, ragam dan tujuan bahsasa” .
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas , penyusun
merumuskan masalah sebagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan
bahasa ?
2. Apa saja fungsi dari bahasa
?
3. Apa saja macam-macam bahasa
?
4. Apa tujuan mempelajari
bahasa ?
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian , fungsi, ragam dan
tujuan bahasa
·
Definisi
Bahasa; Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbiter ( tidak ada
hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya ) yang dihasilkan oleh alat ucap
manusia dan dipakai oleh masyarakat untuk berkomunikasi, kerja sama, dan
identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa
tulisan adalah bahasa sekunder.
·
Fungsi
bahasa dalam masyarakat:
- Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
- Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
- Alat mengidentifikasi diri.
·
Macam dan
jenis ragam bahasa:
- Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, jurnalistik, dsb.
- Ragam bahasa pada perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden soeharto, gaya bahasa binyamin s, dsb.
- Ragam bahasa pada sekelompok anggota masyarakat suatu wilayah seperti dialeg bahasa madura, medan, sunda, dll.
- Ragam bahasa pada masyarakat suatu golongan seperti ragam bahasa orang akademisi berbeda dengan ragam bahasaorang jalanan.
- Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan.
- Ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal dan informal.
Bahasa lisan lebih ekspresif dimana mimik, intonasi,
dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang
dilakukan. Lidah setajam pisau atau silet oleh karena itu sebaiknya dalam
berkata sebaiknya tidak sembarangan dan
menghargai serta menghormati lawan bicara atau target komunikasi.
2
Bahasa isyarat atau gestur atau bahasa tubuh adalah
salah satu cara berkomunikasi melalui gerakan tubuh. Bahasa isyarat digunakan
permanen oleh penyandang cacat karena mereka mempunyai bahasa sendiri.
Bahasa bisa punah karena kebanyakan bahasa didunia ini
tidak statis. Bahasa itu berubah seiring waktu, mendapat kata tambahan, dan
mencuri kata dari bahasa lain. Bahasa hidup dan berkembang ketika masyarakat
menuturkannya sebagai alat komunikasi utama. Ketika tidak ada lagi masyarakat
penutur asli suatu bahasa disebut bahasa mati atau punah, meskipun masih ada
sedikit penutur asli yang menggunakan tetapi generasi muda tidak lagi menjadi
penutur bahasa tersebut.
Banyak situasi yang menyebabkan bahasa punah. Sebuah
bahasa punah ketika bahasa itu berubah bentuk menjadi famili bahasa-bahasa
lain.
Orang indonesia kini boleh jadi tidak mengerti bahasa
melayu yang digunakan di indonesia awal abad ke-20. Karena bahasa indonesia
saat ini berasal dari bahasa melayu yang telah mengalami infusi kata-kata
bahasa asing. Bisa dikatakan bahasa melayu bermetamorfosis dalam bahasa
indonesia. Kelak kalau bahasa indonesia makin berkembang dan demikian pula
bahasa melayu malaysia kemungkinan bahasa melayu akan punah.
Karena pengaruh globalisasi dan IPTEK menyebabkan
masyarakat indonesia menganggap bahasa indonesia itu :
- Tidak gaul.
- Terlalu formal.
Rapuhnya bahasa indonesia disebabkan :
- Terkikis karena arus globalisasi.
- Kemungkinan banyak orang yang tidak menyukai peraturan bahasa indonesia.
- Tidak adanya relasi masyarakat dengan pemerintah tentang pembudidayaan.
Selain bahasa asing, bahasa daerah juga memberi
pengaruh pada perkembangan bahasa indonesia. Karena bahasa indonesia mungkin
dianggap terlalu formal untuk dipakai sehair-hari. Tidak apa-apa sebenarnya
bahasa asing menyerap kedalam bahasa indonesia. Sebagai bahasa yang terbuka,
bahasa indonesia harus luwes menerima unsur bahasa lain.
3
Bahasa
indonesia mengadung dua macam unsur yakni :
- Unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa indonesia.
- Unsur asing yang pengucapan dan penulisannya telah disesuaikan dengan kaidah bahasa indonesia.
FUNGSI
BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA NASIONAL
1. Lambang
kebanggaan nasional
2. Lambang
identitas nasional
3. Alat
pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang sosial budaya dan
bahasanya
4. Alat
perhubungan antar budaya dan antar daerah
FUNGSI BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA NEGARA
FUNGSI BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA NEGARA
1. Bahasa
pengantar resmi kenegaraan
2. Bahasa
pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan.
3. Bahasa
resmi di dalam perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan
dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan.
4. Bahasa
resmi dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan teknologi modern.
4
1.
Bahasa sebagai sarana komunikasi
Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat. Fungsi tersebut digunakan dalam berbagai lingkungan, tingkatan, dan kepentingan yang beraneka ragam, misalnya : komunikasi ilmiah, komunikasi bisnis, komunikasi kerja, dan komunikasi sosial, dan komunikasi budaya.
Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat. Fungsi tersebut digunakan dalam berbagai lingkungan, tingkatan, dan kepentingan yang beraneka ragam, misalnya : komunikasi ilmiah, komunikasi bisnis, komunikasi kerja, dan komunikasi sosial, dan komunikasi budaya.
2.
Bahasa sebagai sarana integrasi
dan adaptasi
Dengan bahasa orang dapat menyatakan hidup bersama dalam suatu ikatan. Misalnya : integritas kerja dalam sebuah institusi, integritas karyawan dalam sebuah departemen, integritas keluarga, integritas kerja sama dalam bidang bisnis, integritas berbangsa dan bernegara.
Dengan bahasa orang dapat menyatakan hidup bersama dalam suatu ikatan. Misalnya : integritas kerja dalam sebuah institusi, integritas karyawan dalam sebuah departemen, integritas keluarga, integritas kerja sama dalam bidang bisnis, integritas berbangsa dan bernegara.
3.
Bahasa sebagai sarana kontrol
sosial
Bahasa sebagai kontrol sosial berfungsi untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam komunikasi dapat saling memahami. Masing – masing mengamati ucapan, perilaku, dan simbol – simbol lain yang menunjukan arah komunikasi. Bahasa kontrol ini dapat diwujudkan dalam bentuk : aturan, anggaran dasar, undang – undang dan lain – lain.
Bahasa sebagai kontrol sosial berfungsi untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam komunikasi dapat saling memahami. Masing – masing mengamati ucapan, perilaku, dan simbol – simbol lain yang menunjukan arah komunikasi. Bahasa kontrol ini dapat diwujudkan dalam bentuk : aturan, anggaran dasar, undang – undang dan lain – lain.
4.
Bahasa sebagai sarana memahami
diri
Dalam membangun karakter seseorang harus dapat memahami dan mengidentifikasi kondisi dirinya terlebih dahulu. Ia harus dapat menyebutkan potensi dirinya, kelemahan dirinya, kekuatan dirinya, bakat, kecerdasan, kemampuan intelektualnya, kemauannya, tempramennya, dan sebagainya. Pemahaman ini mencakup kemampuan fisik, emosi, inteligensi, kecerdasan, psikis, karakternya, psikososial, dan lain – lain. Dari pemahaman yang cermat atas dirinya, seseorang akan mampu membangun karakternya dan mengorbitkan-nya ke arah pengembangan potensi dan kemampuannya menciptakan suatu kreativitas baru.
Dalam membangun karakter seseorang harus dapat memahami dan mengidentifikasi kondisi dirinya terlebih dahulu. Ia harus dapat menyebutkan potensi dirinya, kelemahan dirinya, kekuatan dirinya, bakat, kecerdasan, kemampuan intelektualnya, kemauannya, tempramennya, dan sebagainya. Pemahaman ini mencakup kemampuan fisik, emosi, inteligensi, kecerdasan, psikis, karakternya, psikososial, dan lain – lain. Dari pemahaman yang cermat atas dirinya, seseorang akan mampu membangun karakternya dan mengorbitkan-nya ke arah pengembangan potensi dan kemampuannya menciptakan suatu kreativitas baru.
5.
Bahasa sebagai sarana ekspresi
diri
Bahasa sebagai ekspresi diri dapat dilakukan dari tingkat yang paling sederhana sampai yang paling kompleks atau tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Ekspresi sederhana, misalnya, untuk menyatakan cinta (saya akan senatiasa setia, bangga dan prihatin kepadamu), lapar (sudah saatnya kita makan siang).
Bahasa sebagai ekspresi diri dapat dilakukan dari tingkat yang paling sederhana sampai yang paling kompleks atau tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Ekspresi sederhana, misalnya, untuk menyatakan cinta (saya akan senatiasa setia, bangga dan prihatin kepadamu), lapar (sudah saatnya kita makan siang).
6.
Bahasa sebagai sarana memahami orang
lain
Untuk menjamin efektifitas komunikasi, seseorang perlu memahami orang lain, seperti dalam memahami dirinya. Dengan pemahaman terhadap seseorang, pemakaian bahasa dapat mengenali berbagai hal mencakup kondisi pribadinya: potensi biologis, intelektual, emosional, kecerdasan, karakter, paradigma, yang melandasi pemikirannya, tipologi dasar tempramennya (sanguines, melankolis, kholeris, flagmatis), bakatnya, kemampuan kreativitasnya, kemempuan inovasinya, motifasi pengembangan dirinya, dan lain – lain.
Untuk menjamin efektifitas komunikasi, seseorang perlu memahami orang lain, seperti dalam memahami dirinya. Dengan pemahaman terhadap seseorang, pemakaian bahasa dapat mengenali berbagai hal mencakup kondisi pribadinya: potensi biologis, intelektual, emosional, kecerdasan, karakter, paradigma, yang melandasi pemikirannya, tipologi dasar tempramennya (sanguines, melankolis, kholeris, flagmatis), bakatnya, kemampuan kreativitasnya, kemempuan inovasinya, motifasi pengembangan dirinya, dan lain – lain.
5
7.
Bahasa sebagai sarana mengamati
lingkungan sekitar
Bahasa sebagai alat untuk mengamati masalah tersebut harus diupayakan kepastian konsep, kepastian makna, dan kepastian proses berfikir sehingga dapat mengekspresikan hasil pengamatan tersebut secara pasti. Misalnya apa yang melatar belakangi pengamatan, bagaimana pemecahan masalahnya, mengidentifikasi objek yang diamati, menjelaskan bagaimana cara (metode) mengamati, apa tujuan mengamati, bagaimana hasil pengamatan,. dan apa kesimpulan.
Bahasa sebagai alat untuk mengamati masalah tersebut harus diupayakan kepastian konsep, kepastian makna, dan kepastian proses berfikir sehingga dapat mengekspresikan hasil pengamatan tersebut secara pasti. Misalnya apa yang melatar belakangi pengamatan, bagaimana pemecahan masalahnya, mengidentifikasi objek yang diamati, menjelaskan bagaimana cara (metode) mengamati, apa tujuan mengamati, bagaimana hasil pengamatan,. dan apa kesimpulan.
8.
Bahasa sebagai sarana berfikir
logis
Kemampuan berfikir logis memungkinkan seseorang dapat berfikir logis induktif, deduktif, sebab – akibat, atau kronologis sehingga dapat menyusun konsep atau pemikiran secara jelas, utuh dan konseptual. Melalui proses berfikir logis, seseorang dapat menentukan tindakan tepat yang harus dilakukan. Proses berfikir logis merupakn hal yang abstrak. Untuk itu, diperlukan bahasa yang efektif, sistematis, dengan ketepatan makna sehingga mampu melambangkan konsep yang abstrak tersebut menjadi konkret.
Kemampuan berfikir logis memungkinkan seseorang dapat berfikir logis induktif, deduktif, sebab – akibat, atau kronologis sehingga dapat menyusun konsep atau pemikiran secara jelas, utuh dan konseptual. Melalui proses berfikir logis, seseorang dapat menentukan tindakan tepat yang harus dilakukan. Proses berfikir logis merupakn hal yang abstrak. Untuk itu, diperlukan bahasa yang efektif, sistematis, dengan ketepatan makna sehingga mampu melambangkan konsep yang abstrak tersebut menjadi konkret.
9.
Bahasa membangun kecerdasan
Kecerdasan berbahasa terkait dengan kemampuan menggunakan sistem dan fungsi bahasa dalam mengolah kata, kalimat, paragraf, wacana argumentasi, narasi, persuasi, deskripsi, analisis atau pemaparan, dan kemampuan mengunakan ragam bahasa secara tepat sehingga menghasilkan kreativitas yang baru dalam berbagai bentuk dan fungsi kebahasaan.
Kecerdasan berbahasa terkait dengan kemampuan menggunakan sistem dan fungsi bahasa dalam mengolah kata, kalimat, paragraf, wacana argumentasi, narasi, persuasi, deskripsi, analisis atau pemaparan, dan kemampuan mengunakan ragam bahasa secara tepat sehingga menghasilkan kreativitas yang baru dalam berbagai bentuk dan fungsi kebahasaan.
10.
Bahasa mengembangkan kecerdasan
ganda
Selain kecerdasan berbahasa, seseorang dimungkinkan memiliki beberapa kecerdasan sekaligus. Kecerdasan – kecerdasan tersebut dapat berkembang secara bersamaan. Selain memiliki kecerdasan berbahasa, orang yang tekun dan mendalami bidang studinya secara serius dimungkinkan memiliki kecerdasan yang produktif. Misalnya, seorang ahli program yang mendalami bahasa, ia dapat membuat kamus elektronik, atau membuat mesin penerjemah yang lebih akurat dibandingkan yang sudah ada.
Selain kecerdasan berbahasa, seseorang dimungkinkan memiliki beberapa kecerdasan sekaligus. Kecerdasan – kecerdasan tersebut dapat berkembang secara bersamaan. Selain memiliki kecerdasan berbahasa, orang yang tekun dan mendalami bidang studinya secara serius dimungkinkan memiliki kecerdasan yang produktif. Misalnya, seorang ahli program yang mendalami bahasa, ia dapat membuat kamus elektronik, atau membuat mesin penerjemah yang lebih akurat dibandingkan yang sudah ada.
11.
Bahasa membangun karakter
Kecerdasan berbahasa memungkinkan seseorang dapat mengembangkan karakternya lebih baik. Dengan kecerdasan bahasanya, seseorang dapat mengidentifikasi kemampuan diri dan potensi diri. Dalam bentuk sederhana misalnya : rasa lapar, rasa cinta. Pada tingkat yang lebih kompleks , misalnya : membuat proposal yang menyatakan dirinya akan menbuat suatu proyek, kemampuan untuk menulis suatu laporan.
Kecerdasan berbahasa memungkinkan seseorang dapat mengembangkan karakternya lebih baik. Dengan kecerdasan bahasanya, seseorang dapat mengidentifikasi kemampuan diri dan potensi diri. Dalam bentuk sederhana misalnya : rasa lapar, rasa cinta. Pada tingkat yang lebih kompleks , misalnya : membuat proposal yang menyatakan dirinya akan menbuat suatu proyek, kemampuan untuk menulis suatu laporan.
12.
Bahasa Mengembangkan profesi
Proses pengembangan profesi diawali dengan pembelajaran dilanjutkan dengan pengembangan diri (kecerdasan) yang tidak diperoleh selama proses pembelajaran, tetapi bertumpu pada pengalaman barunya. Proses berlanjut menuju pendakian puncak karier / profesi. Puncak pendakian karier tidak akan tercapai tanpa komunikasi atau interaksi dengan mitra, pesaing dan sumber pegangan ilmunya. Untuk itu semua kaum profesional memerlukan ketajaman, kecermatan, dan keefektifan dalam berbahasa sehingga mempu menciptakan kreatifitas baru dalam profesinya.
Proses pengembangan profesi diawali dengan pembelajaran dilanjutkan dengan pengembangan diri (kecerdasan) yang tidak diperoleh selama proses pembelajaran, tetapi bertumpu pada pengalaman barunya. Proses berlanjut menuju pendakian puncak karier / profesi. Puncak pendakian karier tidak akan tercapai tanpa komunikasi atau interaksi dengan mitra, pesaing dan sumber pegangan ilmunya. Untuk itu semua kaum profesional memerlukan ketajaman, kecermatan, dan keefektifan dalam berbahasa sehingga mempu menciptakan kreatifitas baru dalam profesinya.
6
13.
Bahasa sarana menciptakan
kreatifitas baru
Bahasa sebagai sarana berekspresi dan komunikasi berkembang menjadi suatu pemikiran yang logis dimungkinkan untuk mengembangkan segala potensinya. Perkembangan itu sejalan dengan potensi akademik yang dikembangkannya. Melalui pendidikan yang kemudian berkembang menjadi suatu bakat intelektual. Bakat alam dan bakat intelektual ini dapat berkembang spontan menghasilkan suatu kretifitas yang baru
Bahasa sebagai sarana berekspresi dan komunikasi berkembang menjadi suatu pemikiran yang logis dimungkinkan untuk mengembangkan segala potensinya. Perkembangan itu sejalan dengan potensi akademik yang dikembangkannya. Melalui pendidikan yang kemudian berkembang menjadi suatu bakat intelektual. Bakat alam dan bakat intelektual ini dapat berkembang spontan menghasilkan suatu kretifitas yang baru
7
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Berdasarkan uraian sebelumnya, Penulis dapat menyimpulkan
sebagai berikut :
1. Bahasa merupakan alat ucap
manusia dan dipakai oleh masyarakat untuk berkomunikasi, kerjasama dan identifikasi diri.
2. Bahasa mempunyai fungsi Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia, Alat untuk bekerja sama dengan
sesama manusia dan Alat mengidentifikasi diri.
3. Bahasa juga mempunyai ragam diantaranya bahasa formal, bahasa informal, bahasa lisan,
bahasa tulisan , bahasa daerah, bahasa nasional dan lain sebagainya.
2. Saran
Sesuai
kesimpulan diatas , penulis menyarankan setiap pembaca dapat memahami
apa itu bahasa,fungsi nya apa, jenis-jenis bahsa dan tujuan dari bahasa.
8
DAFTAR PUSTAKA
http://www.dosen pendidikan.com/10-pengertian-fungsi-dan
kedudukan-bahasa-indonesia.
http://www.jurnal.ragam.bahasa.indonesia.com/pengertian-bahasa-indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar